kulihat kau sedang tersenyum
tengah merayakan hari kebahagiaanmu
disaat yang sama ku sendiri disini
sedang berusa mengeringkan airmata
dengan panas dan teriknya cemburu yang menyesak didada
serasa bagai petir disiang hari yang membuatku tersentak
seperti tertimpa gunung hingga ku lemah dan tak perdaya
bagai pepohonan yang dilanda badai tercabut akar-akarnya dari perut bumi
hingga luluh lantah
yang membuat hancur berkeping-keping
disaat ku harus menerima kenyataan
bahwa kau telah memilihnya sebagai pendamping hidupmu